Saat dalam kandungan, bgitu hangat yang kita rasakan *katanya.. kmudian kita dilahirkan dan mndengarkan seruan adzan yang di kumandangkan oleh ayah kita. bgitu indah dunia ini, sampai-sampai kita tidak ingin mninggalkan dunia indah ini.. gelak tawamu bgitu indah IBU saat mlihatku mnari-nari di atas kursi krna mndengar sbuah lagu yang memang mnurutku sangat lucu, jika aku mngenangnya kmbali. begitu indah kehidupanku saat itu, hidup tanpa beban, tak pernah memikirkan begitu kejamnya dunia ini, dan hanya makan, bermain, serta meminta uang untuk jajan yang kita lakukan pada waktu itu. Tapi saat ini setelah mnginjak dewasa, begitu banyak masalah yang kita hadapi. Ada yang mnyerah dengan keadaan dan ada juga yang tetapp optimis untuk berusaha mncari kehidupan yang lbih baik lagi.
bahagia melihat orang menderita adalah salah, karna sesungguhnya apapun yang terjadi terhadap orang lain ada hubungannya dengan apa yg kita perbuat slama ini. tapi ktika mlihat orang lain berbahagia kita malah mrasa sirik.. gunakanlah rasa iri mu dengan menjadi lebih berusaha lagi untuk menjadi lebih baik lagi dari orang lain, dngan catatan tetap berusaha dalam hal positif. jangan menggunakan sgala cara untuk mendapatkannya.
bukan hanya hal itu saja, ktika kita di kecewakan oleh orang lain (shabat, teman ataupun orang yg kita sayang), jangan pernah mnyalahkan mereka. kita harus melihat pada diri kita sendiri, krna pasti smua kekecewaan itu datang ada kaitannya sama ksalahan yang kita perbuat. perbaiki ksalahan itu, dan jngan kmu ulangi..
satu lagi>> tak akan pernah habis rasa maaf dari orang yg mnyayangimu, karna sesungguhnya rasa maaf adalah hal yang lbih mmbuatmu tenang di banding rasa dendam. jangan mengotori hatimu yang suci ini dengan rasa dendammu, selalu tersenyum untuk orang di sekitarmu...
1 detik kmu mnyakiti hati orang lain, maka bersiap-siaplah untuk tinggal di neraka slama 3 1/2 bulan..
selamat untuk orang yang telah menyakitiku, dan maaf jika ada orang di sekitarku yang sakit hatinya karna perbuatan atau perkataanku.. i'm so sorry.. and love u all... :*
Sabtu, 18 Februari 2012
Sabtu, 14 Januari 2012
WEB
World wide
web adalah salah satu layanan internet yang berupa jaringan dokumen atau
sumberdaya lain seperti audio, video atau gambar yang saling terhubung oleh
hyperlink atau URL (Uniform Resource Locator – alamat web dokumen web yang anda
ketikkan di address bar browser) yang ditransfer melalui jaringan internet
melalui protokol HTTP (hypertext transfer protocol). Web (Kamus Komputer dan
Teknologi Informasi) adalah suatu sistem di internet yang memungkinkan siapapun
agar bisa menyediakan informasi. Dengan menggunakan teknologi tersebut,
informasi dapat diakses selama 24 jam dalam satu hari dan dikelola oleh mesin.
Untuk mengakses informasi yang disediakan web ini, diperlukan berbagai
perangkat lunak, yang disebut dengan web browser. Sederhananya, website atau
situs internet kemudian bisa diartikan kumpulan halaman yang berisi dan
menampilkan informasi data berupa teks, gambar baik statis atau dinamis,
animasi, suara, video, atau gabungan keseluruhannya dan membentuk serangkaian
bentuk yang satu sama lain saling taut dengan jaringan-jaringan halaman atau
hyperlink saat user meng-klik-nya.
Jika user melakukan
pencarian baik data atau gambar pada akses internet, maka user akan
diantar ke sebuah alamat khas internet yang selalu dimulai dengan istilah „www‟
dan „com‟ atau sejenisnya. Inilah yang disebut Domain Name atau URL (Uniform
Resource Locator) yang kemudian mengantarkan user dalam menemukan
informasi dalam bentuk teks, gambar baik diam atau bergerak, animasi bergerak,
suara atau juga dalam bentuk video. Inilah yang disebut website atau situs, dan
user sudah berkunjung ke sebuah website. Proses membuka website ini
adalah user harus melalui program mesin penjelajah atau dalam istilah
internet disebut browser di komputer. Biasanya program Browser yang umum
digunakan adalah Internet Explorer (IE), Mozilla Firefox, Netscape, Google
Chrome, dan juga penjelajah bernama Opera.
Secara umum,
pada saat kita membuat web sebagai media online web terbagi menjadi dua
kategori jika dilihat dari sisi konten atau isi dari web tersebut,
maka
kita dihadapkan pada dua pilihan yaitu membangun web statis atau web dinamis.
Web statis
merupakan halaman web yang statis dan biasanya bersifat tetap dan tidak
membutuhkan update data untuk jangka waktu tertentu, misalnya pada saat kita
membuat halaman web perusahaan misalnya tentang kami, hubungi kami, sejarah
perusahaan, dll yang tidak membutuhkan update secara cepat. Kalaupun ada
perubahan update waktunya cukup lama tidak harus seminggu sekali ganti, bahkan
bisa jadi setahun pun belum tentu ada perubahan.
Pada website
statis ini biasanya dibuat hanya menggunakan scripting sederhana menggunakan
bahasa HTML namun demikian meskipun sederhana cukup rumit juga bagi orang awam
karena menggunakan kode-kode tertentu untuk membuatnya. Namun jangan cemas,
saat ini sudah ada software pembuat web yang langsung jadi misalnya Microsoft
Frontpage dan Macromedia Dreamwaever. Kedua software ini dapat menampilkan langsung
web statis tanpa harus mengerti kode-kode pemrograman HTML.
Sedangkan web
dinamis dibutuhkan bagi website yang membutuhkan update data lebih sering dan
lebih interaktif, misalnya news, guest book, dan lain-lain. Untuk web dinamis
ini biasanya dibuat dengan proses pemrograman yang sangat rumit dan
pengembangnya membutuhkan kemampuan bahasa program misalnya php, asp,
javascript, ajax, dll. Website dinamis selalu memiliki program yang bekerja di
sisi server karena dalam rentang waktu tertentu konten dari website tersebut
berubah. Jadi, salah satu ciri dari website dinamis adalah adanya program yang
berjalan disisi server untuk memanage perubahan data yang ditampilkan oleh
website dinamis tersebut. Perubahan tersebut ditangani oleh database yang
biasanya menggunakan database MySQL.
Saat ini
untuk mengembangkan website dinamis, kita sudah lebih dipermudah dan bahkan
tanpa mengerti bahasa program pun nggak masalah. Kehadiran software - software
opensources CMS seperti Joomla, Wordpress, Drupal, dll telah mempermudah kita
dalam membuat dan mengembangkan serta mengelola website dinamis ini.
Kesimpulannya saat ini, dengan adanya software-software opensources dan
berbayar, website statis dan dinamis sudah dapat dibuat dengan mudah oleh orang
awam sekalipun.
Rabu, 04 Januari 2012
Aplikasi Siklus Otto dan Siklus Diesel
- Perbedaan langkah ICE 2 tak dan
4 tak
Didalam dunia otomotif, sebagai
prime mover (pengerak utama) digunakan internal combustion engine (motor
pembakaran dalam), baik itu motor bensin maupun motor disel, dan kedua jenis
motor tersebut ada yang menggunakan proses kerja 4 tak atau menggunakan proses kerja
2 tak. Istilah motor 4 tak dan motor 2 talk adalah istilah dalam bahasa
Belanda, dalam bahasa Inggris disebut four stroke engine dan two stroke engine,
sedangkan dalam bahasa Indonesia disebut motor 4 langkah dan motor 2 langkah,
tapi secara umum lebih populer motor 4 tak dan 2 tak.
Motor 4 tak adalah motor yang tiap satu kali proses kerjanya memerlukan 4 kali gerakan piston (seker : Belanda, torak : Indonesia) dari TMA (Titik Mati Atas) ke TMB (Titik Mati Bawah) dan dari TMB ke TMA atau dua kali putaran crank shaft (kruk as : Belanda, poros engkol : Indonesia).
Motor 2 tak adalah motor yang tiap satu kali proses kerjanya memerlukan 2 gerakan piston dari TMA ke TMB dan dari TMB ke TMA atau satu kali putaran crank shaft.
Motor 4 tak adalah motor yang tiap satu kali proses kerjanya memerlukan 4 kali gerakan piston (seker : Belanda, torak : Indonesia) dari TMA (Titik Mati Atas) ke TMB (Titik Mati Bawah) dan dari TMB ke TMA atau dua kali putaran crank shaft (kruk as : Belanda, poros engkol : Indonesia).
Motor 2 tak adalah motor yang tiap satu kali proses kerjanya memerlukan 2 gerakan piston dari TMA ke TMB dan dari TMB ke TMA atau satu kali putaran crank shaft.
Karakteristik motor 4 tak :
1. Bahan bakarnya hemat.
2. Gas bekasnya lebih bersih (emisinya rendah).
3. Kontrusinya rumit, karena adanya klep, sehingga harganya mahal dan perawatannya sulit.
Karakteristik motor 2 tak :
1. Bahan bakarnya boros.
2. Gas bekasnya kotor (emisinya tinggi).
3. Konstruksinya sederhana, sehingga harganya murah dan perawatannya mudah.
1. Bahan bakarnya boros.
2. Gas bekasnya kotor (emisinya tinggi).
3. Konstruksinya sederhana, sehingga harganya murah dan perawatannya mudah.
Dengan pertimbangan konstruksi yang sederhana, maka motor 2 tak banyak diaplikasikan untuk kendaraan roda dua. Masalah bahan bakar yang boros, dengan kapasitas mesin untuk sepeda motor pada umumnya relatif kecil, hal itu tidak terlalu memberatkan. Begitu juga dengan polusi gas bekasnya, karena dulu populasi sepeda motor belum terlalu banyak dan juga isu tentang polusi udara belum mendapatkan perhatian secara serius maka pada periode dibawah tahun 1990 popularitas sepeda motor dengan pengerak motor 2 tak cukup tenar di Indonesia.
Perbedaan mendasar antara motor 4 tak dengan motor 2 tak :
1. Pada motor 4 tak, satu kali proses kerja
memerlukan 2 kali putaran crank shaft, sedangkan pada motor 2 tak, satu kali proses kerja hanya
memerlukan 1 kali putaran crank shaft, sehinga untuk kedua motor ini apabila kapasitas silindernya
sama (misalnya sama-sama 100 cc) maka pada putaran kerja yang sama secara
teoritis konsumsi bahan bakar motor 2 tak dua kali lebih boros dibandingkan
dengan motor 4 tak.
Akan tetapi sebetulnya pada waktu mendesain sebuah sepeda motor maka yang diperhitungkan adalah tenaga yang diperlukan. Artinya apabila direncanakan sebuah sepeda motor dengan kemampuan membawa beban katakan 150 kg didesain agar mampu melaju dengan kecepatan 100 km/jam, seandainya tenaga yang diperlukan untuk itu adalah 8 TK, maka apabila digunakan motor 4 tak tenaga sebesar itu dapat dihasilkan oleh motor dengan kapasitas silinder 100 cc pada putaran kerja 6.000 rpm, maka apabila digunakan motor 2 tak seharusnya cukup dengan kapasitas silinder 50 cc pada putaran kerja 6.000 rpm!
Akan tetapi sebetulnya pada waktu mendesain sebuah sepeda motor maka yang diperhitungkan adalah tenaga yang diperlukan. Artinya apabila direncanakan sebuah sepeda motor dengan kemampuan membawa beban katakan 150 kg didesain agar mampu melaju dengan kecepatan 100 km/jam, seandainya tenaga yang diperlukan untuk itu adalah 8 TK, maka apabila digunakan motor 4 tak tenaga sebesar itu dapat dihasilkan oleh motor dengan kapasitas silinder 100 cc pada putaran kerja 6.000 rpm, maka apabila digunakan motor 2 tak seharusnya cukup dengan kapasitas silinder 50 cc pada putaran kerja 6.000 rpm!
2. Pada motor 4 tak, semua proses kerja seperti
pengisian, kompresi, usaha dan pembuangan, semuanya terjadi diatas piston, sehingga
bagian bawah piston bebas berhubungan dengan karter yang berisi minyak
pelumas/oli akibatnya proses pelumasan pada piston, cylinder liner dan crank
shaft dapat berlangsung dengan efektif sekali.
Pada motor 2 tak, proses kerjanya melibatkan ruangan diatas dan dibawah piston, proses pengisan terjadi dengan dihisapnya campuran udara dan bahan bakar kedalam ruangan dibawah piston dahulu, baru kemudian ditranfer kebagian atas piston selama lubang bilas terbuka, sehingga ruangan dibawah piston harus merupakan ruang tertutup yang tidak boleh berhubungan dengan karter yang berisi minyak pelumas/oli. Dengan demikian piston, cylinder liner dan crank shaft tidak bisa dilumas oleh minyak pelumas/oli yang ada didalam karter. Oleh karena itu pelumasan dilakukan dengan cara mencampurkan minyak pelumas/oli pada bahan bakar yang dihisap oleh mesin sehingga sebagian dari minyak pelumas/oli akan menempel pada piston, cylinder liner dan crank shaft yang memerlukan pelumasan, sedangkan sebagian dari minyak pelumas/oli akan masuk kedalam silinder dan ikut dalam proses pembakaran sehingga mengakibatkan meningkatnya emisi gas buang dari motor 2 tak ini. Sistim pelumasan ini secara umum dikenal masyarakat dengan istilah “menggunakan oli samping”. Bagaimanapun juga efektifitas sistim pelumasan menggunakan oli samping tidak bisa mengungguli proses pelumasan dari karter mesin.
Pada motor 2 tak, proses kerjanya melibatkan ruangan diatas dan dibawah piston, proses pengisan terjadi dengan dihisapnya campuran udara dan bahan bakar kedalam ruangan dibawah piston dahulu, baru kemudian ditranfer kebagian atas piston selama lubang bilas terbuka, sehingga ruangan dibawah piston harus merupakan ruang tertutup yang tidak boleh berhubungan dengan karter yang berisi minyak pelumas/oli. Dengan demikian piston, cylinder liner dan crank shaft tidak bisa dilumas oleh minyak pelumas/oli yang ada didalam karter. Oleh karena itu pelumasan dilakukan dengan cara mencampurkan minyak pelumas/oli pada bahan bakar yang dihisap oleh mesin sehingga sebagian dari minyak pelumas/oli akan menempel pada piston, cylinder liner dan crank shaft yang memerlukan pelumasan, sedangkan sebagian dari minyak pelumas/oli akan masuk kedalam silinder dan ikut dalam proses pembakaran sehingga mengakibatkan meningkatnya emisi gas buang dari motor 2 tak ini. Sistim pelumasan ini secara umum dikenal masyarakat dengan istilah “menggunakan oli samping”. Bagaimanapun juga efektifitas sistim pelumasan menggunakan oli samping tidak bisa mengungguli proses pelumasan dari karter mesin.
3. Pada motor 4 tak, overlaping antara
proses pembuangan dan pemasukan hanya terjadi beberapa saat yaitu pada fase
akhir pembuangan dan awal pemasukan.
Pada motor 2 tak, seluruh proses pembilasan, yaitu perpindahan campuran udara dengan bahan bakar dari ruangan dibawah piston kedalam cylinder diatas piston, terjadi didalam proses pembuangan. Dengan demikian kemungkinan adanya campuran udara dengan bahan bakar yang langsung terbuang keluar dari cylinder pada waktu overlaping pada motor 2 tak jauh lebih besar dibandingkan dengan motor 4 tak, sehingga efisiensi motor 2 tak lebih rendah dari motor 4 tak. Hal ini juga memberikan kontribusi kenapa motor 2 tak boros pemakaian bahan bakarnya.
Uraian seperti tersebut pada butir 2 dan 3 itulah yang menjawab pertanyaan seperti pada butir 1, yaitu apabila tenaga yang dibutuhkan sama dan pada putaran kerja yang sama bukankah seharusnya kapasitas motor 2 tak adalah setengah dari kapasitas motor 4 tak?
Pada motor 2 tak, seluruh proses pembilasan, yaitu perpindahan campuran udara dengan bahan bakar dari ruangan dibawah piston kedalam cylinder diatas piston, terjadi didalam proses pembuangan. Dengan demikian kemungkinan adanya campuran udara dengan bahan bakar yang langsung terbuang keluar dari cylinder pada waktu overlaping pada motor 2 tak jauh lebih besar dibandingkan dengan motor 4 tak, sehingga efisiensi motor 2 tak lebih rendah dari motor 4 tak. Hal ini juga memberikan kontribusi kenapa motor 2 tak boros pemakaian bahan bakarnya.
Uraian seperti tersebut pada butir 2 dan 3 itulah yang menjawab pertanyaan seperti pada butir 1, yaitu apabila tenaga yang dibutuhkan sama dan pada putaran kerja yang sama bukankah seharusnya kapasitas motor 2 tak adalah setengah dari kapasitas motor 4 tak?
Dari pertama kali diciptakan sampai sat ini, desain dan kostruksi dari motor 2 tak relatif tidak ada inovasi yang signifikan, apalagi kalau dikaitkan dengan usaha untuk mengeliminir kelemahan pada motor 2 tak seperti pada uraian butir 2 dan 3, sehingga pertanyaan butir 1 dapat direalisir. Padahal apabila ini bisa direlisir maka ukuran dari motor dapat diperkecil, sehingga kebutuhan materialnya lebih sedikit dan biaya produksi lebih murah yang pada akhirnya harga jual bisa ditekan.
Pertanyaannya adalah, apakah memungkinkan melakukan inovasi untuk itu?
Dan kami berani menjawab, amat sangat memungkinkan sekali!
Pada motor jenis disel, sudah ada yang menggunakan sistim 2 tak dengan inovasi sistim pembuangan menggunakan exhoust valve dan sistim “Super charge” dengan blower untuk pembilasannya sehinga bagian bawah piston dapat langsung berhubungan dengan karter sehinga pelumasan pada piston, cylinder liner dan crank sahft dapat berlangsung dengan sempurna. Aliran udara bilas dari blower masuk melalui intake port pada bagian bawah cylinder kemudian naik keatas dan keluar melalui exhoust valve pada cylinder head (over head valve), masuk kedalam exhoust manifold.
Pada motor disel, tidak ada kehilangan bahan bakar pada pada sistim pembilasan karena pembilasan hanya udara murni dan gas bekas saja, bahan bakar diinjeksikan pada akhir langkah kompresi.
Sejak tahun 2000 sistim “Fuel injection” (sistim injeksi bahan bakar) sudah mulai populer dipakai pada motor bensin, bahkan pada tahun 2005 mulai ada sepeda motor yang menggunakan sistim fuel injection, menggantikan sistim karburator. Tapi sepeda motor tersebut menggunakan motor 4 tak karena sejak tahun 2000 motor 2 tak mulai ditinggalkan.
Kembali pada uraian/kendala butir 3, bahwa motor 2 tak dengan menggunakan karburator mengalami kehilangan bahan bakar pada waktu overlaping, yaitu proses pembilasan (udara dengan bahan bakar) yang terjadi pada waktu proses pembuangan sedang berlangsung. Dengan meggunakan sistim fuel injection maka pada proses pembilasan hanya ada udara murni saja karena bahan bakar baru diinjeksikan kedalam silinder sesudah proses pembilasan selesai, bahkan sesudah proses pembuangan selesai, sehingga tidak mungkin ada bahan bakar yang hilang selama proses pembilasan dan pembuangan berlansung.
Kembali pada uraian butir 2, bahwa proses kerja motor 2 tak melibatkan ruangan diatas dan dibawah piston, sehinga pelumasan pada piston cylinder liner dan cank shaft tidak optimal. Dengan sistim pembilasan “Super charge” menggunakan blower/fan pada maka bagian bawah piston dapat dibebaskan dari fungsi pembilasan sehingga bagian bawah piston dapat berhubungan dengan karter yang besisi minyak pelumas/oli agar supaya pelumasan pada piston, cylinder liner dan cank shaft dapat berlangsung dengan sempurna dan tidak perlu lagi menggunakan oli samping. Penambahan komponen mesin berupa blower/fan untuk untuk pembilasan pada motor 2 tak tidak terlalu sulit dan mahal, sudah lama ada sepeda motor yang menggunakan fan cooling atau air injection sistem kedalam exhaoust manifold untuk menurunkan emisi gas buang. Jadi kira-kira tambahan komponen seperti itulah yang diperlkan untuk inovasi sistim pembilasan.
Dengan dua inovasi tersebut yaitu penggunan Fuel injection dan Super charge, maka kita dapat kembali menggunakan motor 2 tak namun dengan kateristik baru yaitu tidak boros bahan bakar, tingkat emisi gas buangnya rendah dan konstruksi tetap sederhana. Secara partial semua teknologi yang saya kemukakan tersebut sudah pernah diaplikasikan oleh produsen sepeda motor, sehingga secara teknologi sudah dikuasai, tidak ada yang baru. Keuntungan lainnya adalah untuk tenaga dan putaran kerja yang sama, kapasitas silinder motor 2 tak baru ini kira-kira hanya setengah dari motor 4 tak, desain dan konstruksi sederhana sehingga hemat material, biaya produksi murah dan harga jual dapat ditekan.
Jumat, 09 Desember 2011
LENSA CEKUNG
Tujuan :
1). Menentukan fokus dari suatu lensa cekung
2). Menyelidiki sifat-sifat bayangan dari suatu lensa cekung
Dasar Teori
Untuk menggambarkan bayangan yang terbentuk oleh sebuah lensa/cermin kita menggunakan prinsip pemantulan dan pembiasan yang dikemukakan oleh Sinelius, melalui hukum ini kita akan mudah menggambarkan bayangan yang dibentuk oleh lensa/cermin dengan bantuan sinar-sinar istimewa. Secara umum untuk menentukan besar foku sebuah lensa tipis dapat menggunakan persamaan:
1/f = 1/So + 1/Si (1)
M = Si / So
P = 1 / f
Keterangan:
So = jarak benda (m)
Si = jarak bayangan (m)
f = jarak fokus (m)
M = Perbesaran linier bayangan
P = Kuat lensa (dioptri)
Berbagai metode dapat kita gunakan untuk menentukan fokus lensa tipis, salah satunya metode
Beisel. Metode Beisel untuk lensa cembung menggunakan persamaan (1) dengan memodifikasi
prosedur melalui dua kali pengukuran.
Eksperimen fokus lensa cekung dilakukan dengan bantuan lensa cembung untuk membentuk benda
maya. Dalam hal ini bayangan yang terbentuk oleh lensa cembung menjadi benda pada lensa cekung.
Sifat-sifat bayangan dari sebuah lensa cekung, yaitu :
•Sinar datang sejajar dengan sumbu utama dibiaskan seolah-olah datang dari titik fokus (F).
•Sinar datang ditujukan ke titik fokus (F) dibiaskan sejajar sumbu utama.
•Sinar datang melalui pusat optiktidak dibiaskan melainkan diteruskan
1). Menentukan fokus dari suatu lensa cekung
2). Menyelidiki sifat-sifat bayangan dari suatu lensa cekung
Dasar Teori
Untuk menggambarkan bayangan yang terbentuk oleh sebuah lensa/cermin kita menggunakan prinsip pemantulan dan pembiasan yang dikemukakan oleh Sinelius, melalui hukum ini kita akan mudah menggambarkan bayangan yang dibentuk oleh lensa/cermin dengan bantuan sinar-sinar istimewa. Secara umum untuk menentukan besar foku sebuah lensa tipis dapat menggunakan persamaan:
1/f = 1/So + 1/Si (1)
M = Si / So
P = 1 / f
Keterangan:
So = jarak benda (m)
Si = jarak bayangan (m)
f = jarak fokus (m)
M = Perbesaran linier bayangan
P = Kuat lensa (dioptri)
Berbagai metode dapat kita gunakan untuk menentukan fokus lensa tipis, salah satunya metode
Beisel. Metode Beisel untuk lensa cembung menggunakan persamaan (1) dengan memodifikasi
prosedur melalui dua kali pengukuran.
Eksperimen fokus lensa cekung dilakukan dengan bantuan lensa cembung untuk membentuk benda
maya. Dalam hal ini bayangan yang terbentuk oleh lensa cembung menjadi benda pada lensa cekung.
Sifat-sifat bayangan dari sebuah lensa cekung, yaitu :
•Sinar datang sejajar dengan sumbu utama dibiaskan seolah-olah datang dari titik fokus (F).
•Sinar datang ditujukan ke titik fokus (F) dibiaskan sejajar sumbu utama.
•Sinar datang melalui pusat optiktidak dibiaskan melainkan diteruskan
Kamis, 08 Desember 2011
Entropi dalam Kehidupan
Dalam
kehidupan kita, kita menggunakan tiga jenis energi, yaitu energi yang berasal
dari matahari, panas bumi dan energi nuklir yang berasal dari reaksi nuklir
dalam reaktor atom. Sebenarnya energi matahari juga berasal dari reaksi nuklir
yang terjadi dalam matahari. Energi itu dipancarkan oleh matahari dalam bentuk
radiasi gelombang elektromagnetik.
Energi dapat diubah
atau ditransformasi dari bentuk yang satu ke bentuk yang lain. Tetapi jumlah
enewrgi tidak dapat berubah. Artinya, jumlah energi sebelum dan sesudah proses
transformasi selalu sama. Jadi, kita tidak dapat membentuk atau memusnahkan
energi. Inilah yang disebut Hukum Termodinamika I. Walaupun jumlah energi
tetap, tetapi dalam proses transformasi itu sebagian energi berubah dalam bentuk
yang tidak dapat digunakan untuk melakukan kerja. Karena itu walaupun jumlah
totalnya tetap sama , dayaguna (efisiensi) energi itu telah berkurang. Kita
katakan setelah proses transformasi itu tingkat entropi sistem telah bertambah.
Inilah yang disebut Hukum Termodinamika II, yaitu suatu proses spontan selalu
diikuti dengan berkurangnya dayaguna energi. Dengan kata lain, tingkat entropi
sebelum proses lebih rendah- dayaguna energi dalam sistem lebih tinggi- dari
setelah proses. Kenaikan entropi dibarengi pula dengan ketakteraturan. Karena
penggunaan energi untuk kerja berjalan terus menerus, entropi di bumi haruslah
bertambah terus dan ketakteraturannya juga harus bertambah. Kecenderungan ini
dapat ditahan dengan adanya fotosintesis. Dalam proses ini energi matahari yang
tersebar dikumpulkan menjadi energi kimia yang terkonsentrasi dalam molekul
gula. Dengan proses ini entropi bumi diturunkan dan keteraturan bertambah.
Karena itu fotosintesis disebut juga negentropi
(=entropi negatif). Tetapi penurunasn entropi di bumi disertai oleh
naiknya entropi di matahari. Inilah hukum alam; penurunan entropi di suatu
tempat hanya mungkin dengan naiknya entropi di tempat lain. Misalnya, alat AC
menurunkan entropi di dalam ruangan, tetapi ia menaikkan entropi di luar ruangan.
Entropi dapat disebut
juga energi yang telah mengalami degradasi. Karena itu di dalam transformasi
energi terjadi degradasi energi. Dengan demikian proses penggunaan energi untuk
kerja bersifat tidak terbalikkan, seperti kita lihat dalam kehidupan sehari-hari.
Dari segi praktis dapat dikatakan energi habis terpakai. Sebab yang penting
bagi kita bukanlah jumlah total energi, melainkan jumlah energi yang dapat
dipakai untuk melakukan kerja. Minyak tanah habis untuk memasak, bensin habis
untuk menggerakkan mobil dan tenaga kita habis untuk mengayuh sepeda.
Dalam kehidupan sehari-hari peristiwa ini bisa dijelaskan
bahwa seumpama kita ingin menata kamar
anak kita yang morat-marit. Waktu yang
kita gunakan utk menata kamar tsb akan menyita waktu kita untuk memasak, dan mungkin akan
mengakibatkan masakan gosong. Disinilah
peristiwa entropi terjadi, bahwa sebenarnya
kita "rugi". Dalam "sistem kamar" kita berhasil menata hingga rapi, tetapi dalam "sistem
memasak" kita kehilangan sejumlah
energi. Dengan teori entropi ini pula
ilmuwan dapat meramalkan
bahwa jutaan tahun yg akan datang,
ketika proses mengalirnya panas di jagad ini telah terhenti, maka entropi akan semakin besar.
Itulah yang dinamakan kiamat dipandang
dari ilmu thermodinamika.
Beberapa proses kimia
terjadi bahkan walau tidak ada perubahan energi total. Coba perhatikan tabung
yang memuat gas, terhubung dengan selang yang berujung pada penutup. Penutup
ini menghalangi gas pindah ke tabung buang. Bila penutup ini dilepaskan, gas
akan masuk ke tabung buang. Pengembangan ini sesuai dengan pengamatan kalau gas
selalu mengembang mengisi volume yang ada. Saat suhu kedua tabung sama, energi
gas sebelum dan sesudah pengembangan menjadi sama. Reaksi balik tidak terjadi.
KESETIMBANGAN BENDA TEGAR
Kesetimbangan Benda Tegar
Suatu
benda tegar dapat mengalami gerak translasi (gerak lurus) dan gerak rotasi.
Benda tegar akan melakukan gerak translasi apabila gaya yang diberikan pada
benda tepat mengenai suatu titik yang yang disebut titik berat. Pada
saat benda tegar mengalami gerak translasi dan rotasi sekaligus, maka pada saat
itu titik berat akan bertindak sebagai sumbu rotasi dan lintasan gerak dari
titik berat ini menggambarkan lintasan gerak translasinya.
Cara
untuk mengetahui letak titik berat suatu benda tegar akan menjadi mudah untuk
benda-benda yang memiliki simetri tertentu, misalnya segitiga, kubus, balok,
bujur sangkar, bola dan lain-lain. Yaitu d sama dengan letak sumbu simetrinya.
Hal ini jelas terlihat pada contoh diatas bahwa letak titik berat sama dengan
sumbu rotasi yang tidak lain adalah sumbu simetrinya.
Orang ini berada dalam keseimbangan
Sedangkan untuk benda-benda yang mempunyai bentuk sembarang
letak titik berat dicari dengan perhitungan. Perhitungan didasarkan pada asumsi
bahwa kita dapat mengambil beberapa titik dari benda yang ingin dihitung titik
beratnya dikalikan dengan berat di masing-masing titik kemudian dijumlahkan dan
dibagi dengan jumlah berat pada tiap-tiap titik. dikatakan titik berat juga
merupakan pusat massa di dekat permukaan bumi, namun untuk tempat yang
ketinggiannya tertentu di atas bumi titik berat dan pusat massa harus
dibedakan.
Selain itu, sebuah benda tegar akan seimbang jika memenuhi keadaan berlaku
syarat di bawah.
Langganan:
Postingan (Atom)





